Tuesday, October 27, 2015

Rambling in the Middle of the Night

Terlalu lama ditinggalkan blog ini....lama...seperti lama tuannya menyepi...tiada yang baru...sama seperti selalu..

Hidup itu sangat meletihkan...kadang ianya bukan kerana letih kerana berjuang, tetapi letih kerana terlalu lama berehat...macam blog ini, letih menanti...terlalu lama berehat...

Kalau nak bercerita, panjang, dipendam lama tak diluahkan..

Aku selalu terfikir kenapa apa yang aku dapat tak seperti indahnya aku harap pada hasilnya, tapi, itu hasil dipertengahan jalan, belum final result. Selalunya bila dah final, banyak yang aku belajar. Allah itu Maha Baik. Bila aku ingat balik, semua tu jadikan sapa aku sekarang.

Habis masters, aku dapat offer kerja... jadi Research officer. Besar sebenarnya kalau nak diikutkan untuk permulaan kerjaya menjadi seorang ahli akademik. Pada aku bila jadi RO, next step nak sambung PhD, lepas tu start jadi tutor, then pensyarah. How easy the way i were thinking that time? But, unfortunately, it wasnt come out that easy. Masa aku buat master, aku selalu dengar pasal masalah integrity ahli akademik dan pada aku akhlak is the best key measurement in any field we are working in. Masalah plagiat, masalah curi hasil kerja students and so on. That was what I had been through. Aku ingat ok, fine, 9 bulan it not to long to survive. Rupanya, perancangan aku tak semudah yang difikir. My boss wasnt have the criteria that I wish he should be. And I am not saying I am all good. I just can survive for 3 month started in March and ended in May. I gave the reason to him that I have no passion in that field (education) as I am in Social Sciences field. Sedangkan, aku dah tak boleh tahan dengan attitude tak ada integrity dalam akademik. Aku ingat Prof aku cakap, jujur dalam dunia akademik sebab semua hasil tulisan kita orang baca. Kalau tak jujur tanggunglah akibat ilmu yang dipakai hasil ketidak jujuran kita. I keep this reminder deep inside my mind. How i glad that advice has became one of the key to guide what I wanna be and do. Then I quit. Without notice. Just a short message in his room with the reason that i've told. I passed all the materials. And only Allah knows how happy i was at the moment i quit that job.

After quitting, I was unemployed for 3 months, I spent my time at the library, at the supermarket, reading, i felt miserable being jobless, without having income. Lucky, I still have saving in my account. Until in September, my best friend called me and ask me to be a substitute teacher in his school after one of school's teacher quit. I accept. At that time, I accept the offer not because I was jobless. But rather than I just dont want to disappoint my best friend and yeah, why not, while waiting perfect job, isnt it ? I ask my mak first that time before I ask ayah. Mak kata, "pergi sajalah, apa salahnya. Kesian budak-budak, dah 3 bulan tak belajar. Niat yang baik-baik. Lagipun chik bukan ada kerja lagi". Pada aku, bila aku buntu, selain solat, aku selalu tanya mak dan ayah pendapat. Ayah susah nak lepas sebab kerja di Kuala Lumpur. Ayah nak aku duduk dekat saja. Banyak kali juga ayah tanya bila nak berhenti dan balik kerja di sini saja. Kalau ikut aku begitu juga, kerja sampai hujung tahun. Berhenti. Dengan harapan ada kerja yang lebih sesuai menanti. Tetapi banyak permohonan dihantar yang diterima cuma dukacita. Kadang-kadang give up juga aku. Sebelum nak datang KL, mak pesan, "jadi guru tu kena ada jiwa. Jiwa pendidik". Mak dulu nak jadi guru juga, belajar pun pendidikan, tapi akhirnya tak jadi guru. Jadi, mak lebih jiwa kuat bila aku nak belajar dan kerja guru. Kadang-kadang aku melawak saja cakap pada mak macam mana kalau aku sambung belajar di luar negara? Mak kata," inshaAllah mak doa chik jadi sambung belajar di luar negara". Tapi bila cakap pada ayah, ayah akan kata, "belajar dekat-dekat sajalah". Untuk bab ini, jiwa mak lebih kental. Hehehe. Aku pegang kata-kata mak, 'jadi guru kena ada jiwa. Kena ikhlas". Sampai sekarang. Tersemat di kalbu!

Sampai sekarang, dah setahun lebih. Bila terfikir bab nak kena berhenti aku jadi tak sampai hati, ingat students yang aku dah jatuh cinta. Sejak lepas SPM tak pernah aku mimpi jadi guru. Semua aku apply kecuali MAKTAB PERGURUAN. Tak pernah aku terfikir aku layak jadi guru. Tapi bila buat master aku nampak kalau aku jadi pensyarah aku boleh sumbang ilmu. Mungkin sebab tu aku terima pelwaan kawan aku untuk jadi saja guru ganti buat sementara tak ada kerja lagi. Sampai sekarang aku jatuh cinta. Cinta pada mengajar, cinta pada memberi, cinta pada pelajar-pelajar, cinta pada suasana yang sehari-hari berlaku berbeza-beza, ragam dan kerenah pelajar-pelajar. Semua ini kecintaan. Kecintaan yang bila hilang cuma sekejap kemudian datang kembali. Banyak yang aku belajar. Humble, give and take, sayang dan cinta, hormat. Banyak! Bila datang interview aku selalu doa, ya Allah kalau sekolah aku ni masih perlukan aku harapnya aku tak dapat kerja ni, tapi kalau sekolah tu dah baik, dah tak perlu aku, moganya aku dapat kerja baru ni. Jadi, semua interview yang aku attend resultnya dukacita. Frust ada juga, tapi kena paksa diri terima untuk redha dan positif.

Banyak aku belajar dari apa yang aku dapat tak seperti yang aku mahu ini. Walau ditengah pahit, dihujung pasti ada manis.

Ya allah
I know there is no short cut to succes
I know there is no easy way to get what I want
I know to be the best I have to work the best
I have to sacrifice
I have to be strong
Not to easily surrender
Have to be futuristic


But Allah,
I am human
Just an ordinary human being
Sometimes the bad feelings just come
Without notice,
Without knocking
Without inviting
And suddenly I give up
I wanna quit
I wanna put everything down

Ya Allah
How to face?
How to solve?
How to keep moving?
How to be strong?
How to be somebody?
Help me
Guide me
I am loser

After all, kata adik aku #jalanterus!
Susah macam mana hadap saja
Jangan patah balik
Jangan mengalah
Jangan putus harapan
Jangan berhenti
Jangan menangis
Jangan lama berehat
Jangan!
Nanti letih...
Hadap saja, doa, usaha, #jalanterus! Rabbi yassir.


Sunday, November 9, 2014

WRITING

I was reading a book entitled "Rich Malaysia, Poor Malaysian" when I came across this very deep lines quoted from the famous Indonesian writer, Pramoedya or Pak Pram, "A person can be as intelligent as far reaching as the sky, but as long as he doesn't write, he will be lost from the society and history. writing is working for immortality". (Anas Alam Faizli, 2014)

With the courage, I am now writing some words, this is not because I won't be lost from the society or from the history, but I want it be working for immortality. :)

Thank you for the reminder, authors!

Thursday, May 15, 2014

Aku tak tahu weh aku pernah tak rasa tak segembira sekarang, mungkin ada tapi aku dah lupa.
Terima kasih Tuhan sebab bagi aku rasa tak bahagia ni sebab sekarang aku dah faham apa itu nikmat bahagia walaupun dengan sekecil-kecil perkara.

Terima kasih Tuhan, sebab bagi aku peluang, aku dapat pengalaman
Terima kasih Tuhan menguji aku sebab aku tahu erti syukur
Terima kasih Tuhan, kesukaran buat aku rasa dekat denganMu,
Terima kasih Tuhan sebab aku belajar bahagia untuk terus mendekatiMu

Sunday, April 20, 2014

I'm not sure in life whether we can determine our job exactly can follow our passion.
As these days, the job is quite hard to find, how can we easily match the job with our passion, our interest?
If you were me, then your job not satisfy your passion, are you still survive or choose to quit rather than suffering?
On the other hand, is it really not satisfy yours or you just been demanding?
I'm not sure if this way is fated for me or I am not really being grateful?
Life is tough, don't you think?
Now I am realized that life is not really enjoyable, I mean life is test right? The fully enjoyment is life after death if we can make good use during our lifetime, right?

I dont know, I really need someone that I can rant to, spill everything that haunted me.

I just realised, if the job can't suit you, you have to find another job that satisfy and give you full of enjoyment considering some requirement. You know what, I am telling you, you will gain fullest excitement when you serve the ummah, the society, above all, Islam. Regardless what kind of job you are doing, grab your life opportunity to contribute something (might be from your hobby or your interest) to ummah. How do you think? It make sense right?

Enough for today's rant!


Thursday, April 17, 2014

Manusia ni akan sedar dan bersyukur dengan apa yang dia ada bila dia hilang.

I don't know how can I survive for another 8 months.
I just need someone to respect me just in return for my respect to them.
I just don't want to waste the great chance Allah gives just to follow my own way which I don't know either right or wrong.
I don't want the return just in term of money while I have to sacrifice some other things - contributions to ummah, to society, to Islam, my passion, my happiness, my time for good things.
List go on and I just wanna do something with the aim of Mardhatillah.

Haruskah aku meninggalkan cintaku kepada kebaikan dan cita-cita ku hanya kerana material yang boleh lesap sekelip mata dan umurku semakin berkurang??

Tuhan, PLEASE HELP ME, guide me.

Monday, April 14, 2014

Little something.

Life is just like a journey between two points. Definitely, walking from one point to another you gonna face a lot of challenges and unexpected things. I've ever met an artist, at that moment he was working on his arts. He said art is something unpredictable. So do our lives. You will face something unpredictable. One thing we should be grateful is we believe Allah is always there for us that we can always ask for help. The stumble, the hurt, the unpredictable things, and everything will surely undergone by ourselves as long as we not ditch ourselves from Allah. And how come we do so? Even life we borrow from Him.


Ya Allah berilah aku kesabaran.

Friday, December 13, 2013

KONSEP AL-‘ADL DALAM KEPIMPINAN

KONSEP KEPIMPINAN DALAM ISLAM

Kepimpinan didefinisikan sebagai keupayaan atau kualiti yang ada pada seseorang untuk memimpin. Tanggungjawab pemimpin adalah satu amanah dan bukanlah satu kemegahan untuk dibanggakan. Amanah ialah satu bebanan yang berat yang kelak akan ditanya oleh Allah SWT di akhirat. Apabila menyentuh mengenai konsep kepimpinan dalam Islam, kita seharusnya sedar bahawa kita semua adalah pemimpin dan akan dipersoalkan di akhirat kelak ke atas apa yang dilakukan semasa kepemimpinan kita. Bukan itu saja, malahan kita juga akan dipersoalkan mengenai siapa yang dipilih dan dijadikan panduan sebagai pemimpin.

Allah SWT berfirman yang bermaksud,

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu supaya menyerahkan segala jenis amanah kepada ahlinya (yang berhak menerimanya)… (An-Nisaa' 4:58)
  
Ayat diatas jelas Allah SWT nyatakan tentang kewajipan memilih pemimpin yang berhak dalam sesuatu kepimpinan dan bukanlah sewenang-wenangnya mengikut selera kita. Kita bertanggungjawab ke atas siapa yang kita pilih. Pemimpin yang baik menjamin masyarakat yang baik kerana pemimpinlah yang akan mencorak gaya hidup rakyat di dalam sesebuah negara.

Tanggungjawab sebagai rakyat pula ialah mematuhi pemerintah selagi mana pemerintah berada di atas landasan yang benar dan tidak menyalahi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh syara’. Pemerintah seharusnya ditaati dengan syarat mereka menyuruh ke arah perkara-perkara yang ma’ruf (kebaikan). Namun, tidak seharusnya pemerintah itu dipatuhi sekiranya dia menyuruh kepada hal-hal yang mungkar (kejahatan dan kemaksiatan). Sebagai rakyat, kita seharusnya memilih pemimpin yang mampu membawa kita ke arah mencapai matlamat akhirat iaitu mardhatillah dan mestilah mampu membezakan hal-hal yang ma’ruf dan mungkar untuk dilaksanakan dan ditinggalkan kerana ketaan yang mutlak hanyalah kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW.

Salah satu di antara ciri-ciri yang patut ada pada seorang pemimpin ialah bersikap adil dalam segala hal. Sambungan dari ayat Surah An-Nisa’ diatas, Allah SWT menegaskan bahawa,

“…dan apabila kamu menjalankan hukum di antara manusia, (Allah menyuruh) kamu menghukum dengan adil. Sesungguhnya Allah dengan (suruhanNya) itu memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Melihat (An-Nisaa' 4:58)

Oleh yang demikian, bersifat adil ini sangat penting dalam memimpin dan memerintah sesebuah negara kerana tanpa keadilan negara akan menjadi kucar-kacir dan rakyat tidak mampu mejalani dan menikmati kehidupan yang baik. Allah SWT juga memberi penegasan bahawa sesungguhnya belaku adil itu mendekatkan kita dengan ketakwaan kepada-Nya (Al-Maaidah 5:8).

DEFINISI ADIL

Maksud adil merujuk Kamus Dewan edisi keempat ialah menyebelahi pihak yang benar, meletakkan sesuatu pada tempatnya atau tidak berat sebelah. Adil juga bermakna jujur, adil, seimbang, sama, sesuai, sederhana dan sederhana. Al-Maraghi mendefinisikan adil sebagai menyampaikan hak kepada pemiliknya secara efektif, manakala M.Quraish Shihab pula mendefinisikan adil sebagai pelakuan yang berpihak kepada yang benar.

Antara contoh lafaz lain yang Allah SWT gunakan dalam Al-Quran untuk merujuk kepada adil ialah al-qist (القسط) dan al-mizan (الميزان). M.Quraish Shihab menyatakan bahawa sekurang-kurangnya ada empat pengertian adil yang digunakan oleh ilmuwan Islam iaitu adil yang bermaksud sama, adil yang bermaksud seimbang, adil terhadap hak-hak individu dan akhirnya adil kepada Allah SWT (dengan menjaga hak-hak Allah).

Muhammad Abduh pula mengaitkan ayat ke-58 Surah An-Nisaa’ diatas dengan kekuasaan politik (pemerintahan). Keadilan pada ayat tersebut juga meliputi sikap dan perlakuan seseorang dalam menjatuhkan hukuman untuk tidak menyebelahi mana-mana pihak sebaliknya menghakimi dengan adil.

Kesimpulannya, adil didefinisikan mengikut keadaan yang tertentu antaranya meletakkan sesuatu pada tempatnya, saksama dalam menjatuhkan hukum, mengukur atau menimbang dengan tepat dalam jual beli, tidak cenderung kepada sesuatu pihak dalam mengadili, melakukan segala suruhan Allah SWT dan meninggalkan segala laranganya dan lain-lain.

KONSEP ADIL DALAM KEPIMPINAN

Islam menganjurkan supaya manusia mencorakkan cara hidup sama ada dari perspektif sosio-ekonomi, bermasyarakat ataupun bernegara mengikut konsep tauhid. Konsep tauhid ini menganjurkan manusia mengarahkan cara hidup kepada konsep keadilan. Allah SWT menyeru semua manusia supaya berlaku adil dalam semua hal kerana matlamat objektif syariat itu sendiri ialah untuk merealisasikan konsep keadilan. Keadilan juga menjadi bukti kemampuan sesebuah kepimpinan kerana tanpa keadilan, masyarakat dan pemimpin akan hilang nilai-nilai kemanusiaan sesama insan. Maka, tanpa konsep keadilan dalam kepimpinan, negara tidak mampu melahirkan masyarakat yang dipanggil insan kamil (ideal mani) yang hidup dengan nilai-nilai yang murni.

Allah SWT berfirman dalam ayat lainnya yang bermaksud,

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa…” (Al-Maaidah 5:8)

Ayat ini menjelaskan bahawa keadilan hendaklah tidak memihak ke arah mana-mana kaum yang cenderung kita sukai, ataupun faktor-faktor lain yang mempunyai kencederungan peribadi seperti status sosial, kelas, bangsa, fahaman politik ataupun agama yang menjadi anutan sesebuah kaum. Pemimpin seharusnya adil dalam memberi hak-hak tertentu kepada rakyat sebagai contoh hak pendidikan, hak bersuara, hak kebebasan beragama dan sebagainya. Ini kerana Islam itu sendiri bersifat adil dan tidak bersifat berat sebelah.

Konsep adil dalam Islam membawa konsep saksama dan bukanlah kesamarataan. Kesamarataan tidak semestinya menjamin keadilan. Sebagai contoh mudah, Allah SWT telah menggariskan lapan asnaf zakat iaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba (riqab), orang yang berhutang (gharimin), orang yang berjuang untuk mencari keredaan Allah (fi sabilillah) dan orang yang bermusafir (ibnu sabil), tetapi zakat tidak diberikan kepada semua pihak. Jika adil itu membawa maksud sama rata, zakat diberikan kepada semua pihak walaupun mereka tidak memerlukannya. Inilah yang dimaksudkan dengan saksama iaitu adil dalam pelaksanaan. Pemimpin semestinya bijaksana dalam melaksanakan konsep adil supaya keputusan yang dibuat tidak membawa kepada kemusnahan pada masa depan rakyat dan negara sebaliknya membawa kepada kestabilan ekonomi, politik dan sosial sesebuah negara.

KE ARAH MENJADI PEMIMPIN YANG ADIL

Beberapa perkara perlu diberi penekanan oleh seseorang pemimpin ke arah merealisasikan konsep keadilan dalam pemerintahan antaranya ialah tidak membezakan atau mendiskriminasikan rakyat dari segi bangsa, agama, strata sosial dan juga ideologi politik. Semua rakyat harus menerima hak-hak yang sama secara adil daripada pemerintah. Pemimpin seharusnya memberikan layanan dan peluang yang saksama kepada semua rakyat tanpa ada perbezaan atau pengelasan kepada kelompok-kelompok tertentu. Seseorang rakyat tidak boleh dinafikan haknya sebagai rakyat hanyalah kerana beberapa perbezaan yang dimilikinya.

Berlaku adil juga boleh dilihat melalui pelaksanaan hukuman dengan adil kepada semua rakyat tanpa pengaruh peribadi ataupun kekeluargaan. Begitu juga jika dilihat dalam hal pendapatan dan kekayaan negara. Sebagai pemimpin yang adil seharusnya bersifat adil dalam mengurus perbelanjaan negara dengan cara tidak membolot harta dan kekayaan negara untuk hal-hal peribadi. Sebaliknya, menggunakan dan memanfaatkan kekayaan dan pendapatan negara untuk rakyat secara baik dan efisien. Pemimpin juga memjadi pengurus kepada pendapatan negara supaya berlaku pengagihan pendapatan dan kekayaan negara secara adil.

Selain itu, pemimpin juga bertanggungjawab mengawal harga barangan keperluan asas supaya tidak menindas dan menzalimi rakyat. Pemimpin seharusnya menjaga kebajikan rakyat supaya rakyat tidak terbeban dengan kos barangan keperluan asas yang diluar kemampuan mereka. Tidak berlaku zalim adalah perbuatan yang menunjukkan sifat adil. Pemimpin juga boleh membantu rakyat dengan memberikan bantuan kepada yang berhak. Hal ini dapat membantu rakyat yang tidak berkemampuan bagi mendapatkan keperluan asas mereka untuk terus hidup dan khususnya kepada Muslim untuk terus beribadah kepada Allah SWT.

Secara keseluruhannya, berlaku adil adalah manifestasi sifat amanah yang ada pada diri seseorang manusia dalam menjaga haknya sesama manusia. Konsep adil juga dapat menjaga hubungan kita dengan Allah SWT kerana Allah SWT tidak suka kepada mereka yang berbuat kezaliman di atas muka bumi ini (Ali-Imran 3:57). Apabila seseorang itu sedar akan tanggungjawabnya sebagai hamba Allah SWT supaya berlaku adil kepada semua makhluk, secara tidak langsung dia juga telah manjaga hubungannya dengan Allah SWT dan makhluk-Nya.

PENUTUP

Maksud sebuah kalam,

“Dunia kekal (maju) bersama dengan keadilan walaupun negara tersebut negara kafir, namun dunia tidak akan kekal (tidak maju) bersama kezaliman walaupun negara tersebut negara Islam”


Bagaimana sesebuah negara itu mampu mencapai kemajuan jika pemerintahnya bersikap mementingkan diri sendiri tanpa menyedari tanggungjawabnya terhadap rakyat dan negara? Jadi, pelaksanaan konsep adil ini bukan sahaja penting supaya tidak berlaku pergaduhan di dalam sesebuah negara, bahkan, membantu sesebuah negara itu mencapai kemakmuran dan kemajuan, kestabilan dari sudut ekonomi, politik dan sosialnya. Konsep keadilan juga menjamin kehidupan rakyat yang lebih baik dengan tiadanya mereka yang menindas dan ditindas. Apabila sesebuah negara itu maju, makmur, stabil dan kehidupan rakyatnya tenang dan aman, maka akan terbinalah sebuah negara yang disebut oleh Allah SWT di dalam Al-Quran iaitu negara yang dipanggil Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur (negara yang baik dan mendapat keampunan daripada Allah SWT). Sebuah negara yang bukan sahaja maju serta makmur dari sudut fizikalnya bahkan dijamin akan menerima keampunan serta keredaan Allah SWT dan negara seperti inilah yang menjadi idaman semua umat Islam.

Tuesday, October 22, 2013

Target

I ever had many times considering to apply an exclusive job with high payment, having a dream car, having a house so I could stay with my beloved family, can do whatever I want as long as it is not against Islam. Yeah, that's my aim!

Until suddenly, I don't know how suddenly I started to think more than having those things. I start to think about I should contribute something to the Ummah. I have to be somebody that can give benefits to other people out there.

And now I somewhat realise that I don't need much more. Yeah, I can deny the importance of having money because money is the key to access for those things as I used to say money could 'buy' education. But, the highest feeling of satisfaction is when you can share your knowledge with other people.

خير الناس أنفعهم للنلس

Sunday, March 17, 2013

Problem is a bounty!

I'm not so sure, if I'm not mistaken, I learnt the poem 'the Road Not Taken' when I was in form 4, 8 years back then in my English class, in session of 'short story and poem' . Generally, the poem is trying to tell us about making choices of ourselves.

Ok then, that's about making choice. But now, I'm gonna talk about the choice you've made. When we feel very terrible upon the choices you had chosen.

This is what I feel:

I'm the one who made the choice,
I'm not gonna give up,
Even on the way through I fell,
That not a reason for me to shift he direction.

I'm the one who chose this way,
Even the hardship I faced throughout the ways,
Even I stumbled on the way forward,
That's not a reason for me to turn back.

People say, failing doesn't mean you failed for the whole life, but, you just not yet succeed.
People say, again, fail to plan is plan to fail.
Again, a famous man says, “But until a person can say deeply and honestly, "I am what I am today because of the choices I made yesterday," that person cannot say, "I choose otherwise.” 
― Stephen R. Covey

p/s: yes, whatever choices you going to make, please ask Allah (istikarah). Then, tawakal. Inshaa Allah, good things await.


Allah says, "with every difficulty, there is a relief" and again, "verily, with every difficulty there is relief".


~Curious is trying to work hard :)


Monday, March 4, 2013

Politik........kotor?

Aku ini siswa sarjana Ekonomi Politik,
Belajar aku bidang Politik,
Hari-hari hadap bahan dan buku politik,
Tapi aku pening kepala dengan politik.

Aku ini suka politik,
Sarapan pagi berita politik,
Makan tengah hari, makan malam berita politik,
Tapi aku pening kepala dengan politik.


Masa mula-mula aku buat keputusan memilih melanjutkan pelajaran peringkat sarjana dalam bidang ekonomi politik dulu, atas dasar aku memang suka politik, tapi politik masa belajar dalam kelas lain, politik realiti (Malaysia) lain. Semua ni buat aku pening. Politik itu bukan suatu yang kotor, manusia kotor palit benda kotor pada politik yang tak kotor buat politik jadi kotor!

Manusia, sudah-sudah lah main kotor, apa kau tak jijik dengan kotor, sebab kotor itu kotor, kotor bagi banyak penyakit, kotor bagi banyak masalah, kotor memang kotor!

Manusia, tak payah lah kau tuduh orang itu kotor kalau kau pun tak berhenti main kotor, kau tak sedar pula kau main kotor, sampaikan kau tambahkan kotor pada diri kau yang sudah sedia kotor!

P/s: Politik perlu ikut Islam, ada akhlak, ada etika, ada adab, ada tatatertib. Ikut Islam tiada politik kotor. :D



Saturday, March 2, 2013

Are you okay?

I admit that when it comes to responsibilities, we don't need people to remind us, we will do the things ourselves.

When I write this entry, I'm thinking about my friend. Not so sure where she is now. She is (until now) one of my best friend when I was in secondary school. She is an orphan. In my whole life, I could remember that I did a mistake when I was in Form 1 to her. Big mistake which I really hope she will forgive me. That was not a big mistake for her, yet also a wrongdoing (dosa). As Prophet says we have to preserve the right to the orphan.

When I left secondary school and entered UIA almost 2 years, I met her via facebook. Seriously, I was so excited. From that meeting, I knew her mother has passed away. And she live with her brother. She furthered her studies in Diploma in IT. She was an outstanding student. Yet, she doesn't have chances to take degree. Alhamdulillah, Allah is the Best planner, she got job. But, now, I mean today, I didn't get any news from her. I wonder how's her situation right now. I always tell her, do contact me if anything happen or if she needs any help. I sent her few messages, but even today I didn't get any reply even once. 

Secara jujurnya, aku mengaku, aku memang risaukan dia. Aku rasa kalau sesuatu terjadi pada dia, aku tak akan dapat sebarang pesanan dari family dia sebab aku memang yakin family dia tak kenal aku. Dan sebenarnya, aku memang rasa bertanggungjawab sebagai kawan untuk buat dia senang walaupun keadaan menguji dia sedimikan rupa. Aku pernah terfikir, if aku ada duit yang banyak memang aku akan sponsor dia sambung degree. Dan bawak balik dia ke Kedah (sebab dia selalu cakap dia rindu Kedah). Kadang-kadang ujian macam ni buat kita sedar, kita bukan sorang-sorang duduk atas muka bumi ni, masih ada orang lain yang kta perlu fikir dan jaga haknya. Aku risau dan aku memang rasa bertanggungjawab kepada kawan aku ini. Ada beberapa kawan aku yang selalu cakap aku selalu sangat stress dengan masalah orang lain, entahla mana datang wording stress dalam hal macam ni, bukankah "when you do something good to other people make you feel better"?

P/s: Kawan, aku memang harap hang okay, tolong reply sms aku, atau post something di wall fb aku, atau PM aku di fb. Kalau ada masalah bagitau aku. This is what a friend for kan?? Aku sayang hang kerana Allah. :D

Tuesday, February 26, 2013

Oh My English.

When I finished the SPM almost 7 years ago, I took English class as a preparation (if) I will be selected to enter IIUM. Having said, if you being force by something else, by hook or by crook, you've to do, you should do, sometime you will do better than what you've expected. Yes, that's true, in the class, no one allowed to speak other languages except English. We had mock acting, dialogue, story telling etceteras. No text allowed, impromptu!  Students were given 2-3 minutes just to draft a skeleton on what they are going to present. Seriously, I did damned good acting. Haha. I mean quite good. Sometime, I wondered, why everything out from my mouth quite fluent (baca: lancar...no aaaa....aaaaa.....aaaaa...hehe). I'm not saying my english is good, but yeah, better than before taking the class. After all, I guessing that because of the confidence.

Okay, after that, I entered CFS IIUM. Same thing, no one allowed to speak Malay with lecturers. English ONLY. Sometime, I wrongly spoke (unintended) Malay. What I got is, "Sorry, what did you say just now?", "Sorry, I didnt get you", "Sorry, no Malay language", "Sorry, English please, this is UIA" and many more. So, with that treatment, I could feel my English quite improve from time to time.

Finish CFS. I entered Gombak, IIUM Main Campus. English is not really compulsory, I mean we can still speak in Malay with some lecturers, except Foreign students and lecturers and some Malay lecturers. Anyway, what I'm going to say is Malay language now could still being used. I could say that time, my English dropped! This is because when we are talking about language, it's something you should practice oftentimes, daily, because vocabulary couldnt be retrieve on the dot. You should always use the vocab, that's how you can get used with the vocab when you speak to other people. English only as our main language in class. I'm also not saying this all lecturers' false, UIA mistake, big NO! I'm saying, I shouldnt stop speaking English then, even some lecturers talk to me using Malay language. My mistake!

And now, when I'm taking masters, Malay is used in class. My English, started to become worse, I think. What I'm now doing in order to improve my English is by reading, reading, reading! And sometime, talk to friends, FB writing, talk to myself, write on a piece of paper and paste on room's wall, and so on. All I did just to help myself in improving my English.

Why I have to be good in English? Long time ago, I learnt Arabic, I'm not continuously using Arabic, so, now no more Arabic in myself right now, I just can understand  a little bit when people talking. So, after hard work I'd put during studying Arabic, everything fade away. And now I won't let it comes same thing for my English. Despite, I'm now still in process of learning Arabic, again!

Anyway, this is one of my endeavor, writing a blog post in English. At very beginning, I admit, this post has grammatical errors, wrong sentence structure, wrong usage of vocabulary and some other mistakes. As stated at the first place, this is just a first-step to improve my English.

Oh, YOU Allah, from YOU I seek aids and helps. May Allah ease my way. Inshaa Allah. Ameen.



Monday, February 18, 2013

Mereka Ada Di Jalan Lyrics - Iwan Fals



Pukul tiga sore hari dijalan yang belum jadi 

Aku melihat anak-anak kecil telanjang dada 

Telanjang kaki asyik mengejar bola
Kuhampiri kudekati lalu duduk ditanah
Yang lebih tinggi
Agar lebih jelas lihat dan rasakan
Semangat mereka keringat mereka
Dalam memenangkan permainan
Ramang kecil Kadir kecil
Menggiring bola dijalanan
Ruly kecil Riky kecil
Lika-liku jebolkan gawang
Tiang gawang puing-puing
Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita
Yang nampak mata hanya para pembual saja
Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini
Di jalan ini
Bola kaki dari plastik
Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati
Sebab terkena bola tentu bukan salah mereka
Rony kecil Hery kecil
Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil
Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Iswadi kecil
Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil
Terkam bola jatuh menangis 

-Copy paste-

Sunday, February 17, 2013

Tiada yang mudah melainkan Engkau mudahkan Ya Allah...

Hari ini bermulalah semester baru bagi pengajian masters aku. Kelas pertama dan memang hanya ada satu subjek sahaja yang diambil untuk semester ini, iaitu Ekonomi Politik Islam tadi bermula jam 10 pagi hingga 1 tengah hari.

Semester ini bakal membentangkan kertas kerja di Medan pada bulan April.

Semester ini perlu siapkan chapter 1,2,3, dan mungkin 4 dissertation.

Malam ini kawan baik aku akan fly  ke Australia dan entah bila lagi akan berjumpa.

Ya Allah, mudahkan semuanya bagi aku.

Allahumma yassir.

Thursday, December 27, 2012

How to appreciate your parents?? :)

Ada parents yang bangga bila anak dia jadi pelakon, ada parents yg bangga bila anak dia hafal Quran, ada parents bangga anak dapat PHD, ada parents bangga bila anak cantik jadi dia suruh pakai buka sana sini bagi orang nampak kecantikan anak mereka itu, ada parents yg padanya berjaya tu bila anak dia jaga hak2 dengan Allah, hak2 dengan parents, hak2 dengan makhluk lain,ada parents bangga anak dia jadi penari, ada parents bangga anak dia jadi model. Yet, ingatlah,

"Harta benda dan anak pinak itu, ialah perhiasan hidup di dunia, dan amal-amal soleh yang kekal faedahnya itu lebih baik pada sisi Tuhanmu sebagai pahala balasan, dan lebih baik sebagai asas yang memberi harapan". (al-Kahfi 18:46)

And,

Bila kita mati 3 perkara saja yang berkekalan,
1) Amal soleh
2) Sedeqah jariah
3) Anak soleh

Kesimpulannya, you yourself define the meaning of being proud and successful of your children and as a child berusahalah untuk memberi kegembiraan berkekalan to your parents, here and hereafter, insyaAllah :D








Note: I copied this from my facebook status, just at least I write something or anything in here :)

Thursday, November 15, 2012

Aku Ingin MencintaiMU







Tuhan betapa aku malu 
Atas semua yang Kau beri 
Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena 
Sementara Engkau beri aku kesempatan 
Berulang kali agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU

Aku ingin mencintaiMU
setulusnya,sebenar-benar aku cinta
Dalam do'a dalam ucapan dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya
sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi



~Edcoustic~

Wednesday, November 14, 2012

Dear Allah...

Oh Allah,
Thank you for giving me everything that I need in my live,
If not, I will die, I will be poor, I will hardly live,
That is because You are Allah the Most Compassionate.

Oh Allah,
Thanks for the hitherto love that You have showered to me,
Or else I dont know where I else I should go,
Or else, this world will be darkest to me,
That is because You Allah, the Most Merciful.

Oh Allah,
Thank you cause You keep me safe all the time,
I could feel the peace and tranquility,
That is because You Allah, the Source of Peace.

Oh Allah,
Thank you, even I did same mistakes,
Even I did not take a lesson from the past mistakes,
Even I still ongoing do the mistakes,
You are the One will forgive my wrongdoing,
This is because You Allah the Most Forgiver.

Oh Allah,
Thanks for giving me the most valuable gifts,
Islam, Iman, good health,
With that, I could use all 'em to worship and submit the entire life of me unto You,
You Allah the Ever Living.

Oh Allah,
After all, why should I ask more and forgetting You?
How dare should I do so?
Then which of the favors of your Lord will ye deny?
Astaghfirullah, forgive me ya Allah, the Most Forgiver.

Oh Allah,
Thank you for the all bounties given,
Thank you for the mistake forgiven,
I must say all the time, at every time I take a breath,
ALHAMDULILLAH.




Thursday
1:35 p.m.
15/11/2012







Monday, November 12, 2012

Keperluan Menggunakan Sistem Ekonomi Islam dalam Menghadapi Krisis Ekonomi



Tugasan Blog SIW505
Keperluan Menggunakan Sistem Ekonomi Islam dalam Menghadapi Krisis Ekonomi
Rhodhiyah Bt Johari
Calon Sarjana Sains Kemasyarakatan (Pengurusan Pembangunan Islam)
No. Matrik : P-SM0088/12

Malaysia pada tahun 1997 pernah mengalami kemerosotan ekonomi kesan daripada peningkatan harga hartanah yang bermula di Thailand. Tidak hanya Malaysia, krisis ekonomi ini juga menyerang negara-negara lain termasuklah negara maju seperti Amerika Syarikat iaitu pada tahun 2007. Kebanyakan ahli ekonomi berpendapat bermula daripada krisis ekonomi di Amerika Syarikat inilah tercetusnya krisis ekonomi global yang melanda dunia hingga sekarang ini. Pada dua tahun lepas iaitu pada Mei 2010, Greece pula menjadi mangsa krisis ekonomi apabila berhadapan dengan hutang luar yang tinggi mencecah € 110.000.000.000.


Krisis ekonomi global ini berlarutan sehingga hari ini dan membawa kesan kepada isi rumah dan juga syarikat-syarikat perniagaan. Kesan daripada ini, harga barangan meningkat dan memberi kesan kepada kuasa beli pengguna menurun. Misalnya, jika sebelum ini RM1 boleh membeli 20 biji gula-gula, tetapi sekarang ini RM1 hanya mampu membeli 10 biji gula-gula.


Berlakunya perkara seperti ini adalah disebabkan perlaksanaan sistem ekonomi sekular yang menindas manusia kerana menggalakkan menusia berbelanja mengikut hawa nafsu tanpa memikirkan kemampuan. Sistem ekonomi kapitalis adalah salah satu di antara sistem-sistem ekonomi sekular. England adalah negara tersohor yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis sejak kurun ke-16 lagi dan bermula di England, kapitalisme tersebar luas hingga ke seluruh Eropah pada kurun ke-19 masihi. Sistem ekonomi kapitalis ini didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang mengagungkan pengguna. Dalam sistem ekonomi ini pengguna dianggap sebagai raja. Masalah yang timbul daripada sistem ekonomi ini adalah terlalu mementingkan kepentingan individu secara mutlak sehinggakan tiada campur tangan daripada kerajaan (Afzal-Ur-Rahman,1991 dan Mat Hassan Abu Bakar,2003). Selain itu,  individu juga boleh mengumpul harta sebanyak mana yang mereka mahu dan wujudlah sikap memonopoli harta dan mengabaikan orang-orang yang tidak berkemampuan (Mat Hassan Abu Bakar,2003). Kesannya, mereka yang kaya menjadi semakin kaya dan mereka yang miskin menjadi semakin miskin. Di antara ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis ialah:


    1)Kebebasan memiliki harta secara persendirian  – setiap individu mempunyai hak untuk memiliki sebanyak mana harta yang mereka inginkan dan mereka juga akan mendapat faedah-faedah dari harta mereka itu hasil daripada pengeluaran.

  
    2)Mewujudkan persaingan yang bebas – setiap individu haruslah mempunyai inisiatif sendiri untuk menyediakan faktor-faktor pengeluarannya sendiri untuk memperoleh pendapatan hidup. Contohnya, membuka perniagaan.


    3)Ketidaksamaan pengagihan – bagi mereka yang mempunya banyak wang,mereka boleh memiliki harta dan hidup mewah, namun, jika mereka tidak mempunyai wang kerajaan tidak akan membantu dan mereka hidup melarat.

  
      4)Laissez Faire – tiada campur tangan kerajaan dalam sistem ekonomi.
Walaubagaimanapun, pada masa ini sistem kapitalis ini sudah banyak diperbaharui supaya lebih berperikemanusiaan dan membenarkan campur tangan kerajaan dalam sistem ekonomi mereka (M.Umer Chapra,1997).


Selain Sistem Ekonomi Kapitalis, Sistem Ekonomi Sosialis juga termasuk dalam sistem ekonomi sekular. Antara pelopor-pelopor sosialisme ialah Robert Owen, Etienne Cabet, Albert Brisbane dan Karl Mark. Sistem ekonomi ini adalah berdasarkan kepada prinsip harta adalah milik negara secara mutlak dan individu tidak mempunyai peluang mengumpul dan menggunakan harta mengikut kehendak mereka. Maka, tiada konsep pemilikan harta oleh individu dalam sistem ekonomi sosialis ini (Afzal-Ur-Rahman,1991). Memang diakui ada kebaikan pada sistem ekonomi ini seperti kerajaan menyediakan kepada rakyat-rakyatnya keperluan asas contohnya makanan dan tempat tinggal, setiap rakyat terjamin mendapat pekerjaan dan mereka yang tidak berupaya untuk bekerja diletakkan dibawah pengawasan kerajaan, tidak berlaku pembaziran dalam pengeluaran kerana permintaan sama banyak dengan pengeluaran kerana pengeluaran diselaraskan oleh kerajaan dan semua bentuk pengeluaran dapat dinikmati oleh masyarakat (Afzal-Ur-Rahman,1991). Namun sistem ciptaan manusia ini mempunyai keburukan seperti:


    1) Individu tidak boleh mendapatkan hak memiliki harta sendiri. Rakyat yang rajin dan malas akan mendapat keperluan yang sama.


     2)  Menolak usaha individu. Oleh kerana keperluan yang diberikan sama, individu yang malas akan menjadi bertambah malas, seperti kata pepatah melayu, orang mengatuk disorongkan bantal. Sebaliknya, orang yang rajin akan terbantut usahanya kerana sejauh manapun dia rajin, keperluan yang diperolehinya sama seperti orang lain.


Kesan daripada dua ciri-ciri ini, sistem ekonomi sosialis telah gagal dalam menyediakan ekonomi yang efisien untuk mengagihkan sumber-sumber pengeluaran ekonomi negara tersebut (M.Umer Chapra,1997).


Selain daripada dua jenis sistem ekonomi yang telah disebutkan diatas, ada juga sesetengah negara yang mengamalkan konsep negara kebajikan. Negara kebajikan atau welfare state adalah sebagai solusi atas kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis dalam memenuhi keperluan masyarakat dalam sesebuah negara. Konsep negara kebajikan barat ini hanyalah sekadar memasukkan peranan kerajaan yang lebih besar dalam sistem ekonomi untuk memastikan kestabilan dan kesaksamaan bertambah (M.Umer Chapra,1997). Banyak negara yang melaksanakan sistem ekonomi jenis ini.Menurut Schneider (2011),  pada negara-negara tersebut terdapat model-model yang berbeza seperti:


      1)      Anglo-Saxon Model - Ciri-cirinya ialah:
·         Bantuan sosial adalah sebagai jalan terakhir.
·         Rendah tahap perlindungan kepada guna kerja dan rendah gaji minimum.
·         Tinggi perbezaan pendapatan.
·         Perbelanjaan lebih banyak kepada pesara.
·         Negara-negara yang menggunakan model ini ialah United Kingdon, Ireland, Australia dan Amerika Syarikat.

       2)      Nordic Model – Ciri-cirinya ialah:
·         Tinggi tahap keselamatan yang disediakan kepada pekerja.
·         Cukai pada pendapatan buruh yang tinggi.
·         Perbezaan pendapatan yang rendah.
·         Tahap cukai yang tinggi pada pasaran buruh.
·         Tahap pendidikan yang tinggi.
·         Negara-negara yang menggunakan model ini ialah Sweeden, Denmark, Norway, Finland dan Netherland.

       3)      Continental Model – Ciri-cirinya ialah:
·         Memberi faedah dan pencen kepada pesara.
·         Terlalu banyak peraturan.
·         Pasaran buruh yang tidak fleksibel.
·         Market tidak mampu untuk berubah bersesuaian dengan perubahan keadaan.
·         Antara negara-negara yang menggunakan model ini ialah Perancis dan Belgium.

       4)      Mediterranean Model – Ciri-cirinya ialah:
·         Kebergantungan kepada perlindungan pekerjaan (pekerjaan seumur hidup).
·         Menumpukan kepada perbelanjaan pencen kepada pesara.
·         Negara-negara yang menggunakan model ini ialah Itali, Sepanyol, Portugal dan Greece.


Di antara perkara-perkara yang ditekankan oleh negara-negara yang mengamalkan konsep negara berkebajikan ini ialah pendidikan, kerja sosial, perumahan, kesihatan, keselamatan sosial dan guna tenaga (F.Todd,1983). Walaubagaimanapun, menurut M.Umer Chapra (1997) konsep negara kebajikan barat ini menghadapi krisis. Ini kerana kerajaan perlu menyediakan pelbagai perkara supaya rakyatnya terpelihara telah menyebabkan kerajaan telah berbelanja lebih dari pendapatan negara dan memberi kesan kepada defisit. Kerajaan telah membuat pinjaman luar yang tinggi untuk mengendalikan ekonomi negara. Faktor utama yang membawa masalah ini ialah apabila kendalian ekonomi ini adalah dalam kerangka pengoptimuman Preto (Pareto optimality) dimana tingkat kepuasan individu hanya dapat ditingkatkan apabila tingkat kepuasan individu yang lain dirugikan. Hal ini menjadikan orang kaya dapat menikmati lebih kepuasan berbanding orang miskin. Sehingga hari ini, kerajaan kepada negara yang melaksanakan konsep negara kebajikan tidak dapat mencari penyelesaian kepada masalah ketidakseimbangan yang telah wujud ini.


Daripada perspektif tasawur dan epistemologi Islam, sudah tentu sistem-sistem ekonomi buatan manusia yang hanya berlandaskan akal tanpa panduan wahyu ini membawa kepada pelbagai masalah dan krisis yang membebankan kerajaan dan rakyat kerana tahap pemikiran manusia terhad. Manusia tidak mampu memikirkan lebih dari apa yang mereka nampak. Kerana itulah Allah menurunkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai panduan kepada setiap keputusan yang akan dibuat. Al-Quran dan As-Sunnah telah menyediakan tatacara yang lengkap kepada manusia dalam mengurus tadbir ekonomi negara. Sekarang lihat pula bagaimana Sistem Ekonomi Islam yang berlandaskan wahyu Allah mampu menangani masalah-masalah ekonomi yang sedang dihadapi. Sistem ekonomi Islam bukanlah suatu sistem yang baru diwujudkan. Ini kerana sejak zaman Rasulullah s.a.w. lagi sudah wujud perdagangan malahan telah wujud import dan eksport dalam perniagaan dengan membawa barang dagangan dari Mekah ke Negeri Syam, dan membawa barangan dari Negeri Syam ke Mekah. Pada zaman Rasulullah s.a.w. jugalah wujud ahli-ahli perniagaan yang hebat seperti Abdurrahman Bin Auf dan Uthman Bin Affan. Sudah tentulah, Rasulullah dan sahabat-sahabat baginda ini menjalankan cara perniagaan mengikut garis panduan yang telah ditetapkan oleh Islam. Sesungguhnya Islam itu telah datang dengan pakej yang lengkap termasuklah ekonomi,politik,sosial dan sebagainya.


Sistem ekonomi Islam menekankan konsep al-falah, iaitu kejayaan di dunia dan akhirat (Mat Hassan Abu Bakar,2003). Sudah tentu tiada penindasan dan ketidakadilan terhadap semua pihak. Ini kerana perlaksaan sistem ekonomi ini berlandaskan perintah-perintah yang diturunkan oleh Allah di dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah s.a.w. Allah s.w.t memerintah kita untuk berlaku adil dalam surah al-Ma’idah ayat 8 yang bermaksud:


“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.” (Al-Maaidah, 5:8)


Ayat ini tidaklah hanya ditujukan kepada sesetengah kelompok sahaja, bahkan kepada semua orang-orang Islam dan beriman supaya berlaku adil dalam apa jua perkara dan kepada sesiapa sahaja tanpa ada perbezaan layanan. Oleh itu, pengamalan Sistem Ekonomi Islam ini mampu menghindari sikap dengki dan penipuan. Antara ciri-ciri Ekonomi Islam yang lainnya ialah:-


     1)  Allah ialah pemilik – Allah yang memiliki semua harta yang ada di alam ini dan manusia hanya memegang amanah Allah untuk memelihara dan menjaga harta-harta ini dengan baik. Firman Allah di dalam Surah al-Najm yang bermaksud,

“ Dan kepunyaan Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi” (An-Najm, 53:31)

     2)  Keadilan kepada semua – Kekayaan di dalam Islam dikira sebagai ujian yang kelak akan ditanya oleh Allah. Orang yang kaya tidak boleh sombong dan bongkak tanpa memikirkan orang lain yang dalam keadaan memerlukan bantuan. Maksud hadis Rasulullah s.a.w.,

“ Pada hari kiamat, seorang tidak akan terlepas dari empat pertanyaan tentang umurnya, untuk apa dipergunakan tentang hartanya dari mana diperolehi dan untuk apa dibelanjakan. Tentang ilmunya untuk apa ilmu itu digunakan. Tentang tubuh (tenaga atau kekuatannya) untuk apa sahaja yang digerakkannya.”

Allah juga berfirman dalam surah Al-Hasyr yang bermaksud,

“Apa yang Allah kurniakan kepada RasulNya (Muhammad) dari harta penduduk negeri, bandar atau desa dengan tidak berperang, maka adalah ia tertentu bagi Allah, dan bagi Rasulullah, dan bagi kaum kerabat (Rasulullah), dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta orang-orang musafir (yang keputusan). (Ketetapan yang demikian) supaya harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya dari kalangan kamu” (Al-Hasyr, 59:7)

   3)  Tiada penindasan atau khianat terhadap harta benda orang lain – Dalam Islam, Allah mengharamkan segala bentuk yang boleh memudhratkan dan menganiayai orang lain seperti riba,mencuri dan merompak. Ini kerana perkara-perkara ini akan menindas usaha-usaha yang telah dilakukan oleh orang lain.

   4) Tiada pembaziran – Manusia ditegah mengikut hawa nafsu sehinggakan berlakunya pembaziran.

    5)   Usaha individu – Kekayaan bukanlah sesuatu yang tidak dibenarkan dalam Islam. Manusia disuruh untuk berusaha untuk menikmati kemewahan hidup tanpa melupakan tanggungjawab dan amanah kepada manusia lain.


Selain ciri-ciri yang disenaraikan, Islam mengajurkan ummatnya mengagihkan harta kepada mereka-mereka yang memerlukan melalui sedekah dan mewajibkan zakat.Melalui sedekah dan zakat orang-orang fakir dan miskin dapat memiliki keperluan asas mereka untuk hidup. Islam juga memiliki kaedah-kaedah pembahagian harta yang baik seperti hibah, faraid, dan wasiat.


Allah memberikan kekayaan kepada yang dia kehendaki. Kekayaan boleh dikategorikan sebagai ujian dan juga nikmat. Ekonomi di dalam Islam bukanlah hanya mengambil kira faktor berjaya dan kaya, namun ia juga sebagai wasilah mencapai mardhtillah. Allah menciptakan kaedah zakat dengan hikmah-hikmah yang tertentu supaya mereka yang kaya tidaklah lupa akan tanggungjawab mereka kepada yang memerlukan. Selain itu, Islam juga mengharamkan sebarang unsur penipuan seperti judi, riba, dan monopoli harta. Harta tidak hanya berlegar dikalangan mereka yang kaya sahaja,namun, orang miskin juga mampu mendapatkan hak mereka untuk keperluan asas kehidupan.


Kesimpulannya, Islam adalah agama yang syumul yang merangkumi dan memenuhi segenap aspek dalam kehidupan manusia. Oleh kerana kedegilan manusia, menyalahi perintah Allah maka berlakulah krisis-krisis yang tidak ada jalan penyelesaiannya. Islam agama yang adil dan menekankan keadilan kepada semua masyarakat tanpa ada sebarang diskriminasi atau penindasan. Keperluan asas dan kebajikan masyarakat tersusun dan terjaga melalui sistem ekonomi Islam. Tambahan pula, Islam amat menekankan nilai-nilai murni dalam kendalian sistem ekonomi mengikut kerangka Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam menghadapi krisis-krisis ekonomi yang sedang berlaku, perlu diketahui tiada jalan yang boleh diambil dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi melainkan dengan kembali kepada Islam.




Rujukan
Afzal-Ur-Rahman (1991). Doktrin Ekonomi Islam (Jilid I). Kuala Lumpur: Dewan
Bahasa dan Pustaka.


Dewan Ulama Pas Pusat (2010). Pengenalan Ekonomi Islam.  Diakses dari
http://ulamak.pas.org.my/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=146:pengenalan-ekonomi-islam&catid=44:iqtisad-a-muamalat&Itemid=85, pada 16 Oktober 2012.


M. Umer Chapra (!996). Islam dan Pembangunan Ekonomi: Satu Strategi untuk
Pembangunan yang Adil dan Stabil. Petaling Jaya: The International Institute of Islamic Thought.


 Mat Hassan Abu Bakar (2003). Apa itu Ekonomi Islam. Pahang: PTS Publications &
            Distributor Sdn. Bhd.


Robert F.Todd (1983). The Welfare State. Glasgow: Bell & Bain Ltd.


Volker Schneider (2011). The Great Recession: Has Europe Learned the Lessons?
Dibentangkan di ILO High Level Brainstorming conference, Switzerland.
Diakses dari http://www.ilo.org/public/english/bureau/inst/download/volker.pdf